Selasa, 25 Oktober 2011

president university

kemaren-kemaren pas hari minggu tanggal 23 oktober 2011, gw sama temen-temen ikutan USM-PU berharap dapet beasiswa full 250.000.000. dan hari ini pengumumannya udah keluar, ini dia :


Ref No. 1163/PU-Admission/X/2011                                           Kota Jababeka, 25 October 2011

Name              : Hartati
Major               : Communication (Visual Communication Design)
School             : SMAN 2 Bandar Lampung
Application No: B994760

Dengan Hormat, Hartati,
Berkenaan dengan hasil Ujian Saringan Masuk President University yang telah dilaksanakan tanggal 23 October 2011 di Bandar Lampung, 
kami Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) menyampaikan bahwa Anda dinyatakan lulus seleksi sebagai calon mahasiswa President University Tahun Akademik 2012/2013, Kategori 2 dan berhak mendapatkan beasiswa dari PT Jababeka, Tbk dengan skema pembayaran sebagai berikut:
Biaya kuliah sampai selesai : Rp. 250.000.000,-
Besarnya Beasiswa               : Rp. 180.000.000,-
Jumlah yang harus dibayar    : Rp. 70.000.000.-
Cara pembayaran                  : Rp. 7.000.000,- (per semester selama sepuluh semester)

Dalam rangka persiapan sebelum masuk perkuliahan, Anda wajib mengikuti Program Pra Perkuliahan Bahasa Inggris dan Matematika Bisnis yang akan dimulai pada bulan Agustus 2012. Adapun biaya Pra Perkuliahan ini sebesar Rp. 3.500.000.-

Selamat atas keberhasilan Anda dan selamat bergabung di President University. Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi Marketing Departement, Telp: (021)8910 9762/63 Ext. 112/113/114 (Bp. Paulus dan Bp. Tama) atau Finance Department di 120 (Bp. Whereson).
Catatan:
1. Jumlah yang harus dibayar pertama kali adalah:
a. Biaya kuliah semester pertama : Rp. 7.000.000,-
b. Biaya pra perkuliahan : Rp. 3.500.000,- (*hanya dibayarkan sekali)
Total : Rp. 10.500.000,-
2. OPSI PEMBAYARAN:
a. Pembayaran TUNAI (*) : Rp 10.500.000,- (Sepuluh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) sebelum 30 November 2011 GRATIS 1 buah Sepeda
Mount Bike
b. Pembayaran CICILAN (**) : Rp. 3.500.000,- (Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) sebelum 25 November 2011; Rp. 3.500.000,- (Tiga Juta Lima
Ratus Ribu Rupiah) sebelum 23 December 2011; Rp. 3.500.000,- (Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) sebelum
31 January 2012
*)Pemberian sepeda berlaku setelah pendaftaran ulang di President University pada bulan Agustus 2012
**)Khusus cicilan, bilamana pembayaran cicilan tidak dilakukan 2 kali berturut-turut, maka Anda dianggap mengundurkan diri.
3. Semua biaya yang telah dibayarkan akan dikembalikan setelah dipotong/dikenakan biaya administrasi sebesar Rp. 1.000.000,- dari total biaya
yang telah dibayarkan dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Calon Mahasiswa tidak lulus dari SMU; atau
b. Calon Mahasiswa diterima dan terdaftar di salah satu dari 3 universitas lokal berikut ini: UI, UGM, dan ITB sesuai dengan penerimaan
SPMPTN/UMB (strata I) dan memilih untuk berkuliah di salah satu universitas tersebut.
c. Pengunduran diri akan diproses oleh President University setelah ada bukti-bukti tertulis, seperti pengumuman di media cetak ataupun surat
keterangan dari SMA yang bersangkutan, dan paling lambat satu bulan setelah pengumuman.
4. Menyerahkan legalisir dokumen SMA seperti Raport, SKHUN, Ijazah, Paket C (jika mengikuti program tersebut), pas photo berwarna (4x6) 2
lembar, fotokopi kartu pelajar/KTP/SIM, ke Admission Departement dengan Ibu Risa/Ibu Dara Ext. 119,
selambat-lambatnya 1 Oktober 2012
5. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengikuti 1 (satu) kali tes masuk Beasiswa President University untuk setiap tahun ajaran baru.
6. Setiap Mahasiswa, wajib untuk tinggal di Asrama President University pada 1 tahun pertama
Pembayaran pertama dapat Anda transfer melalui Rek. berikut:
Yayasan Pendidikan Universitas Presiden, No Rek: 8730. 1235. 67 , Bank BCA cabang Metropark.

Alhamdulillah ternyata gw ga oon-oon banget, tapi 70.000.000 tetep aja mahal, jadi gw ga ambil deh tuh PU. Masih berharap banget dapet Psikologi-UI dan moga juga dapet beasiswa full, terserah deh dari mana aja :D

ps. : masih ngayal seandainya tuh beasiswa PU bisa diuangin, 180.000.000 wow!

Kamis, 29 September 2011

gantungan

malem ini untuk kesekian kalinya lagi-lagi gw terpesona sama kata-katanya mb dee lestari "untuk proses yang ga pernah mudah, tapi selalu indah" (madre).

akhir-akhir ini gw sampe ngerasa kayknya jam itu ga ada fungsinya lagi. sampe ga pernah gw liat lagi saking ga sempetnya, saking sibuknya. perasaan baru kemaren hari mingggu eh tau-tau besok udah mau hari minggu lagi. pelan-pelan gw mulai ngerasa terhanyut bahkan tenggelam sama hidup gw sendiri. 
gw mulai ga punya waktu untuk ngelanjutin mimpi-mimpi besar gw karena gw dengan sok-sokannya terlalu sibuk mikirin mimpi besar bersama kelompok atau community yang gw ikutin. yang ternyata di sekitaran waktu yang mereka sebut akhir-akhir ini, gw mulai ngerasa tertimbun sama-sama mimpi-mimpi besar karangan gw buat mereka yang sayangnya mereka ambil alih copyrightnya. 
gw dan temen-temen pencetus dan pelaksana 1/2 jalan tuh mimpi-mimpi mulai ngerasa dipojokin tapi ga bisa berbuat lain selain bertahan dengan semua keganyamanan ini dengan alasan apalagi kalo ga profesionalisme dan integritas.

dan entah kenapa gw dapet anugrah untuk jadi orang yang nyaman untuk temen-temen gw curhat dan sometimes bergantung sama gw. gw heran aja kadang sama diri gw sendiri, kok bisa-bisanya sok-sokan jadi pahlawan yang ngeberesin masalah orang lain padahal masalah gw sendiri aja numpuk minta ditoel. tapi dari sinilah gw belajar banyak hal, dari sinilah gw sayang banget sama temen-temen gw.

Selasa, 30 Agustus 2011

29 agustus 2011

Karena ayu (temen smp gw yang pindah ke bandung) tahun ini memutuskan untuk lebaran di bandar lampung, maka gw dan temen-temen smp kelas 8 yang menyebut diri kami romusha berusaha sekuat tenaga mengumpulkan para personilnya untuk buka bersama, acara dadakan yang memang sengaja dibuat atas permintaan ayu.

Setelah rapat panjang via sms, akhirnya diputuskan bubar bertempat di rumah dyas di way kandis. Nah, berhubung rumah gw paling ujung, gw mulai bingung mikirin gimana pulangnya. Alhasil, setelah menelusuri daftar orang yang bisa ikut, gw akhirnya memutuskan untuk nebeng dia yang rumahnya paling searah sama rumah gw.

Jam setengah 3 sore gw udah stay di deket ramayana sesuai kesepakatan kami di sms. Tau diri mau nebeng gw dateng lebih awal. 14.20 gw udah sampe disana, gw sengaja ga mau sms duluan nunggu biar dia aja yang sms biar ga bossy kesannya. Pas jam setengah 3 dia sms “udah dimana?” gw bales “udah turun angkot deket ramayana”.

Ga lama dia dateng, pake jaket putih “oh God, tenang ini Cuma kebetulan warna jaket kita sama”. Kami ga langsung berangkat melainkan mampir dulu ke rumah dharma yang belum mandi padahal janjian jam setengah 3. Dari rumah dharma akhirnya kami berangkat tapi ga langsung ke rumah dyas, lagi-lagi mampir dulu kali ini ke plaza pos. menunggu yang akhirnya ga dateng-dateng juga. akhirnya kami beneran berangkat ke rumah dyas.

Dan disinilah, di sepanjang jalan. Ga ada yang bisa gw lakuin selama dibonceng Cuma kadang-kadang nanggepin pertanyaan basa-basinya. Seperti biasa gw ga berenti menganalisis, dan “Oh God, I feel that something again! Something that’s ever lost when we’re at 8 grade cause he’s changing.”

Entah bingung atau apa, gw ngerasain lagi deg-degan itu. Deg-degan asing yang pertama kali gw rasa waktu kelas 7 dulu, yang pas kelas 8 sempet ilang (atau lebih tepatnya gw ilangin) melihat situasi dan kondisi pada saat itu.

Malemnya sesuai rencana gw pulang nebeng dia. Kita sempet berenti di kedaton karena palang kereta udah turun karena keretanya lewat. Entah kenapa seharusnya ngeliat kereta lewat itu seharusnya moment yang biasa aja bahkan bisa masuk kategori nyebelin, tapi dengan dia disitu “oke stop girl!”.

Efek dari semua kejadian dari jam setengah 3 sore sampe setengah 9 bareng dia, malemnya gw bikin puisi norak, ini da :

Rasa yang telah tidur itu kini kembali terjaga dan siap melipat selimutnya
Rasa yang dulu telah ditimbun sedalam-dalamnya sebelum sempat tumbuh dan menjulurkan maksudnya
Rasa yang atas nama persahabatan harus rela terkorbankan
Rasa yang hari ini terbangun dan berharap menemukan dia yang akhirnya kembali untuk membongkar kuburnya
Yang kan menariknya keluar, merawatnya, dan senantiasa menemaninya tumbuh cantik sebagai bunga paling indah bernama cinta.
Haruskah (sekarang) sekali lagi rasa itu kembali berlaku heroik atas nama persahabatan?