Tampilkan postingan dengan label that person. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label that person. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Mei 2012

yang hari ini bisa foto sama pacarnya, mantannya, gebetannya, bersyukurlah


Hari ini perpisahan. Tau kan gimana perpisahan? Dandan yang cantik pake kebaya dan hills super tinggi kemudian foto-foto. Bagian ini, kenapa? Bukan karena gw ga foto. Senyum gw ditiap “cekrekan” kamera tulus kok, tulus buat temen-temen gw. Tapi tetep ada yang kurang.

Saat ngeliat mereka yang bisa foto bahagia sama pacarnya, mereka yang dengan senyum seakan bilang “kita tetep temen kan?” foto bareng mantannya, atau mereka yang dengan malu-malu tapi mau minta dan foto bareng gebetannya. Semuanya tumpah ruah, termasuk perasaan gw yang kececer kemana-mana.

Pertama gw ga punya pacar ataupun mantan. Jangan tanya kenapa, capek jelasinnya. Kalo kurang kerjaan obrak-abrik aja ini blog. Gebetan? Ada, tapi beda sekolah. Oke end story.
Oh oke, ternyata belum end story, masih ada sedikit harapan. Kita lagi deket, dia punya motor, kenapa dia ga mampir aja? Dan ternyata dia lagi diluar kota yang jauuuuuuuuuuuuuuuuh yang bahkan disms pun pending. Boro-boro mau adegan romantis dimana tokoh ceweknya mengutuk hillsnya dan si cowok berbaik hati nemenin si cewek duduk manis manjain kaki, ngabarin hari ini gw perpisahan aja terhalang segala keterbatasan. Jadi inget pelajaran fisika, kalo gw ga salah jarak itu kecepatan dikali waktu. Jadi bisa disimpulin kalo kunci dari jarak (kayak kasus gw) adalah waktu. Kalo kata-kata bijaknya mah “semua akan indah pada waktunya”. Tapi sampe kapan? ._.

Masih dengan suasana pending, gw pun mengadukan nasib ke beberapa orang, ini dia :

Ke mb fitri : karena mb fitri suka photography, gw sampe bawa-bawa kamera analog untuk jelasin.
ibarat kalo foto pake kamera analog mah, filmnya masih banyak tapi yang difoto statis. Masa iya berenti moto? Tapi kalo nungguin objeknya mau sampe kapan? Kalo ganti objek juga belum ada yang klik (dan pasti chemistrynya beda). Kita ga tau lama nunggu objek baru dateng sama nunggu objek yang lama bergerak lagi itu lebih cepet yang mana (dan lebih baik yang mana).

Ke grin : beda sama Mb fitri yang suka photography, sms grin ngalir sampe ke kenapa dan abu-abu.
kenapa walau dia udah tau gw suka sama dia, dia masih juga belum ngasih jawaban, even sebuah permohonan untuk menunggu lebih lama ataupun berenti sekarang juga. Dan abu-abu, selalu diantara hitam dan putih. Ga jelas.

Mp3 that’s playing on : semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya, menahan rasa ingin jumpa

Selasa, 08 Mei 2012

tulisan tadi malem yang ketunda sampe pagi

pesan darinya bilang "siapakah pria itu?"
buatku berpikir, benar, kamu pria bukan anak laki-laki
tapi aku?
sepertinya masih anak perempuan dengan segala "atributnya"

aku anak perempuan
aku suka berimajinasi, sampai-sampai terkadang mengabaikan logika
aku penggambaran anak perempuan bungsu yang manja
aku berporos pada hati bukan isi kepala

mereka selalu bilang "coba nikmatin aja"
aku mencoba, berharap agar berhasil
ini seperti saat mereka menyuruhku tidur sebelum tengah malam
aku selalu mencoba, meski akhirnya hanya berhasil berpura-pura tidur

entah darimana datangnya perasaan dan pikiran ini
tentang keyakinan bahwa ini tak akan mudah
aku tau, maksudku aku sudah terbiasa dengan segala yang tak mudah
hanya satu yang kutakutkan
mungkinkah ini juga tak indah?
tapi keyakinan bersuara bahwa tak akan seperti itu,
ini akan indah!

lalu apa lagi yang mengganggu?

dan bila akhirnya indah, mengapa ketakutan ini harus mengiringi?
dan bila ternyata ini mudah dan indah,
mengapa hati dan pikiran ini harus bekerja terlalu keras memikirkan yang bukan-bukan
dan mengapa seakan aku si pemilik mereka tak mampu mengontrolnya
apakah aku sebegitu "boneka"nya terhadap diriku sendiri?

This feeling feels like I'm playing puzzle

seperti juga saat tiap malem sendirian di kamar yang udah gelep tapi belum bisa tidur
play the mp3 on di hape biar ga sepi
tapi kemudian dilema saat hape lowbat
kadang pilihannya kayak gitu
bahagia nyanyi dan kemudian hape mati
atau berdamai dalam gelap dengan hape tetep idup tapi ga ngapa-ngapain
*sigh*

Senin, 02 April 2012

Thanks God, it becomes easier :)

setelah sama-sama berpura-pura tolol, akhirnya dia ngebahas juga. I'm so shy. But, it really helps me. Seakan dibebasin dari sesuatu yang udah lama banget ngeganjel dan bikin ga nyaman.

Am I the one, amn't I? he said.
Mau apalagi? Ya gw cuma jawab yeah.
Ntah gimana ceritanya kok jadi dia yang seakan kesel coba. Masa dia bilang, kenapa ga bilang aja si? Gw gemes tauuuu :D
Hello boooooooy! lu pikir gampang jadi cewek.
Terus setelahnya semua ngalir gitu aja. He thanked me for my feeling for him. Me too actually.
Terlepas dari segala yang menggelikan ini, dia dengan sempet-sempetnya ngejailin gw. Katanya dia pengen liat muka gw, pasti lucu. Gw bener-bener bersyukur obrolan ini lewat sms, karena gw ngerasa udah bermetamorfosis jadi Mr. Crab yang merah mukanya >.<

Now, everything becomes easier for us. It strengthens our relation. It's almost a happy ending. We don't care about the time and the status, not important. We're just happy to be able to share each other. God, thanks for everything. Please make it last just forever :)
hihihihihi



Minggu, 01 April 2012

mungkin ini yang dipikirin that person


Manusia tumbuh bersama masalah, mengakrabi waktu. Aku pun begitu, berubah. Aku cukup beruntung tersandung di hari kemarin. Aku jera. Aku ingin puasa dulu dari sesuatu yang banyak orang perbincangkan, cinta. Bukan apatis, hanya lelah. Terlebih lagi sekarang realita menuntut perhatian lebih. Mimpiku-pertambangan UNSRI-merajuk minta diseriusi.

Baru-baru ini bersama teman lamaku, aku bernostalgia. Dia mengawali obrolan (dan aku tak keberatan menjadi teman ngobrolnya), mulai dari suasana Gandhi (tempat kursus bahasa inggris kami), remeh-temeh program di TV sampai film yang sedang on di bioskop. Tak mau kalah, aku pun ikut mengajukan topik. Ujian Sekolah, tes penerimaan mahasiswa dan teropong bintang jadi pilihanku. Memang menyegarkan mengobrol bersama temanku satu ini, pikirannya yang meletup-letup membuat alur obrolan kami tak terterka, menyenangkan. Sela waktu dari sms dikirim sampai masuk ke inbox hp kami masing-masing tidak menjadi kendala.

Aku agak tak percaya saat dia mengajakku sharing tentang perasaannya. Bukan apa-apa, setauku dulu temanku satu ini orang yang praktis dan bukan tipe feminine yang akan repot-repot berurusan dengan hal-hal berbau perasaan. Dan kalaupun harus, biasanya dia tidak perlu bantuan atau saran orang lain, karena dia tidak mau ambil pusing, dia bisa mengatasinya sendiri. Tapi seperti pengakuannya, semua orang berubah. Tak terkecuali dirinya, begitu juga denganku (tambahku dalam hati).

Tak bisa kupungkiri, aku tertarik dengan kejadian yang jarang-jarang ini. Dia bercerita tentang perasaannya yang entah bagaimana tak nyaman mendapatkan perhatian lebih dari temannya (yang lawan jenis). Sisi feminine-nya meninggalkan perasaan tak enak hati dan takut merasa jahat. Dia memang terlalu baik hati untuk repot-repot memikirkan perasaan orang lain.

Aku sempat menertawainya, mungkin karena aku bukan perempuan yang bisa mengerti perasaannya. Tapi setidaknya (kalau normal) seharusnya temannya sama seperti aku, laki-laki. Aku sampaikan padanya kalau kami-kaum adam-akan baik-baik saja, jadi dia tidak perlu takut merasa jahat. Aku senang mengetahui dia lega mendengar pernyataanku, what a funny little girl!

Tapi rasa penasaranku berhasil menarikku untuk sedikit menjailinya. Aku ingin tau alasan mengapa dia tidak mau menerima perasaan temannya. Lalu dia menjawab just because of someone else. Sekali lagi aku sadar, dia juga sudah dewasa. Sudah pernah mencicipi cinta. Tak ingin dia kecewa seperti aku pernah dikecewakan, aku mengingatkannya kalau being in a relationship is not easy dan hampir belum ada gunanya bagi seumuran kami. Aku juga menambahkan, mungkin akan terasa menyenangkan diawalnya tapi tak menutup kemungkinan berakhir dengan sakit hati (seperti aku). I just like him doesn’t mean he must be mine, at least not now when we don’t need any relation, begitu jawabnya. Sungguh jawaban yang realistis dan dia banget.

Namun penasaranku belum terpuaskan. Aku kembali bertanya padanya, siapa gerangan? Lama waktu berlalu masih juga tak ada balasan, aku lihat jam di hp memang sudah agak malam. Mungkin dia sudah tertidur, pikirku. Beberapa saat setelah lama menunggu balasan smsnya, akhirnya hpku bergetar. Seperti dugaanku, darinya. Aku membuka dan membacanya, ternyata dia baru selesai sholat Isya (pantas saja balasnya agak lama) tapi.. saat aku beralih ke 3 kalimat selanjutnya, aku sungguh bingung harus bereaksi seperti apa. Tidak ada orang lain di dunia ini yang dapat mewakili siapa orang yang digambarkan oleh 3 kalimat lugas-tanpa emote-tersebut selain.. selain.. selain aku. Aku sungguh kaget dan tak percaya. Aku kehilangan kosakata. Aku tak mampu membalas smsnya, mungkin aku lebih tepatnya tak berani menghadapinya. Aku pikir aku siapa sampai berani percaya dia suka padaku. Dan akhirnya aku membiarkan smsnya tadi menjadi sms terakhirnya di inboxku, sampai nanti ketika aku telah menemukan kembali kosakataku.

Dilain tempat seseorang sedang mendengarkan lagu Percayakan padaku-Sheila on 7

Saat mata terhalang oleh malam
Tidur dan berkembanglah
Saat sang pagi kembali menari
Datanglah dengan hati


Bila kau ragu pada impianmu
Percayakan padaku
Jalan hidup yang akan engkau tempuh
Percayakan padaku

Reff:
Tumbuhlah jadi pendampingku
Seiring malam yang menjemput senja
Kekasih percaya padaku
Kau nyata tercipta ’tuk di sampingku


Kau takkan pernah tahu apa yang kau miliki
Hingga nanti kau kehilangan
Maka jangan pernah tinggalkan aku
Kekasih oh kekasih
Lagu untukmu oh kekasih




Rabu, 14 Maret 2012

selalu ada yang perhatian

back to love topic haha
gw masih sering banget bikin video klip di kepala gw based on lagu romantis yang gw suka dengan gw model utamanya bareng that person hihihihihi
tapi realita ga kayak video klip garapan imajinasi gw. walaupun dia ga selalu ada saat gw mau (ya karena dia ga tau kalo gw mau haha) selalu ada orang-orang (even boys) yang setia care sama gw. gw appreciate sama mereka yang care sama gw, tapi ya gimana ya? kalo kata maroon5 mah But everything means nothing, If I ain't got you.
gw selalu takut mereka yang care (tapi bukan that person) tersinggung tiap gw "jaga jarak" dengan maksud negasin gw ga mau sama mereka, bukan karena apapun, cuma karena yaaa  you knowlah~ it's love bebeh!

mungkin keliatannya kayak orang yang ga bersyukur karena lebih seneng berfantasi dengan gelas kosong daripada berterimakasih dengan aer putih yang rutin orang lain kasih buat gw. kadang gw mikir, mungkin bakal lebih mudah buat gw kalau mereka juga menyerah aja, tapi gw ga mungkin nyuruh orang nyerah jadi ya gw biar-biarkan saja mereka.

Jumat, 30 Desember 2011

kamu ga tau apa-apa

kamu tau ga sih, kamu itu ga tau apa-apa?
kamu ga tau kan, dari waktu itu
waktu kamu merengek-rengek ngebet harus minta ijin dulu sama ibu kamu
aku tuh udah terpesona sama kamu
kamu ga tau kan,
waktu kita rajin smsan dan kamu nyeritain gimana adek-adek kamu
gimana berbaktinya kamu jadi anak pertama dan kakak pertama
aku tuh udah tambah suka sama kamu
jelas kamu ga tau, karena aku waktu itu juga belum tau kalo aku suka sama kamu!!
kalo yang kayak gitu yang namanya suka sama orang

kamu ga tau kan,
kalo dari dulu aku dengan sangat elegannya selalu tau apapun tentang kamu
kamu ga tau kan,
kalo bahkan udah dari dulu semesta ngedukung aku
entah gimana ya
udah dari dulu semua feeling aku tentang kamu tuh biasanya bener
dari pertama kali kita ketemu
feeling aku bilang kamu tuh anak mami
benerkan?!

kamu ga tau kan,
kalo aku tau kisah hidup kamu
yang kamu pun bahkan ga habis fikir gimana bisa aku tau
kamu ga tau kan,
sejak hari aku tau kisah kamu,
aku jadi tambah ngerasa emang kamu tuh harusnya sama aku
karena aku bisa ngertiin itu semua!!!

tapi sayangnya..
bahkan sampe sekarangpun
kamu ga tau kan
kalo aku suka sama kamu?

Kamis, 29 Desember 2011

seakan salah

gw ga ngerti, entah kenapa saat gw ngeliat matanya atau natap mukanya itu bikin gw takut. seakan gw takut kalo dia tau gw suka sama dia. entah kenapa seakan salah kalo gw suka sama dia. padahal cinta ga pernah salah kan? trus kenapa?

bukan juga karena subjeknya yang mantan temen gw si, toh pada kenyataannya mereka mantan lho. dan gw yakin, kalo pun beneran nih misalnya gw jadian sama dia, temen gw juga pasti dengan dewasanya ga akan ngapa-ngapain ya.. karena hey mereka itu udah mantaaaaan, bukannya masih pacaran.

tapi...
ga tau kenapa gw masih takut kalo dia tau perasaan gw. gimana perasaan dia ke gw mah ya mana gw taulah.
susah, susaaaaah banget suka sama dia ini.
ya gimana dong? satu sekolah juga kagak. twitter dia kagak punya (males buat katanya). biasanya ketemuan cuma di acara reuni SMP, sms seperlunya. ya gimana dooooooooooong?
sekarang kita udah mau kuliah, udah pasti bakal tambah sering ga ketemu. dia mau daftar mana aja gw ga tau.
dear my feeling, where will you go?

ps. kemaren kita (ga cuma bedua, bareng temen-temen SMP pastiya) jalan bareng ke pantai. iring-iringan naek motor. sebenernya oke-oke aja si kalo gw dibonceng dia yang sebenernya maunya gw banget tapi.. tapi.. tapiiiiiiiiiiiiiiiiiii.... entah kenapa gw malu woooooooy
emang gitu ya kalo suka sama orang? seakan salah kalo gw suka sama dia :|

hebatnya, pas pulang dia dengan santai ngajak bareng dia aja. udah oke tuh. gw udah pake helm. terus terus teruuus gw ga tau kenapa, kalo ga salah gw tuh diminta tukeran helm atau gimana sama yang laen, ga ngerti. tau tau gw harus buka helm yang gw ga bisa bukanya, gw minta bukain gurin, ternyata gurin juga ga bisa bukanya. dan jadi deh harus dia yang bukain tuh helm. akhirnya dia bukain slot helm wooooy buat gw. itu deket bangeeeeeet, gw ga mau sebenernya, tapi ya gimanalah..
kenapa gw ga mau dibukain helmnya sama dia? karena gw takut seketika itu muka gw jadi kepiting boooooo
dan setelah peristiwa buka helm itu, gw menggalau di gubuk sebelah gubuk yang kita sewa
endingnya, gw ga jadi dibonceng dia. dia duluan, selalu duluan ninggalin gw, ga tau tah dia gw suka sama dia? oh iya gw lupa, dia ga tau.
T_____T

maap kalo kalian yang baca posting ini ga ngerti sama cerita ini, karena gw yang punya cerita pun ga ngerti huaaaaaaaaaaa

Selasa, 30 Agustus 2011

29 agustus 2011

Karena ayu (temen smp gw yang pindah ke bandung) tahun ini memutuskan untuk lebaran di bandar lampung, maka gw dan temen-temen smp kelas 8 yang menyebut diri kami romusha berusaha sekuat tenaga mengumpulkan para personilnya untuk buka bersama, acara dadakan yang memang sengaja dibuat atas permintaan ayu.

Setelah rapat panjang via sms, akhirnya diputuskan bubar bertempat di rumah dyas di way kandis. Nah, berhubung rumah gw paling ujung, gw mulai bingung mikirin gimana pulangnya. Alhasil, setelah menelusuri daftar orang yang bisa ikut, gw akhirnya memutuskan untuk nebeng dia yang rumahnya paling searah sama rumah gw.

Jam setengah 3 sore gw udah stay di deket ramayana sesuai kesepakatan kami di sms. Tau diri mau nebeng gw dateng lebih awal. 14.20 gw udah sampe disana, gw sengaja ga mau sms duluan nunggu biar dia aja yang sms biar ga bossy kesannya. Pas jam setengah 3 dia sms “udah dimana?” gw bales “udah turun angkot deket ramayana”.

Ga lama dia dateng, pake jaket putih “oh God, tenang ini Cuma kebetulan warna jaket kita sama”. Kami ga langsung berangkat melainkan mampir dulu ke rumah dharma yang belum mandi padahal janjian jam setengah 3. Dari rumah dharma akhirnya kami berangkat tapi ga langsung ke rumah dyas, lagi-lagi mampir dulu kali ini ke plaza pos. menunggu yang akhirnya ga dateng-dateng juga. akhirnya kami beneran berangkat ke rumah dyas.

Dan disinilah, di sepanjang jalan. Ga ada yang bisa gw lakuin selama dibonceng Cuma kadang-kadang nanggepin pertanyaan basa-basinya. Seperti biasa gw ga berenti menganalisis, dan “Oh God, I feel that something again! Something that’s ever lost when we’re at 8 grade cause he’s changing.”

Entah bingung atau apa, gw ngerasain lagi deg-degan itu. Deg-degan asing yang pertama kali gw rasa waktu kelas 7 dulu, yang pas kelas 8 sempet ilang (atau lebih tepatnya gw ilangin) melihat situasi dan kondisi pada saat itu.

Malemnya sesuai rencana gw pulang nebeng dia. Kita sempet berenti di kedaton karena palang kereta udah turun karena keretanya lewat. Entah kenapa seharusnya ngeliat kereta lewat itu seharusnya moment yang biasa aja bahkan bisa masuk kategori nyebelin, tapi dengan dia disitu “oke stop girl!”.

Efek dari semua kejadian dari jam setengah 3 sore sampe setengah 9 bareng dia, malemnya gw bikin puisi norak, ini da :

Rasa yang telah tidur itu kini kembali terjaga dan siap melipat selimutnya
Rasa yang dulu telah ditimbun sedalam-dalamnya sebelum sempat tumbuh dan menjulurkan maksudnya
Rasa yang atas nama persahabatan harus rela terkorbankan
Rasa yang hari ini terbangun dan berharap menemukan dia yang akhirnya kembali untuk membongkar kuburnya
Yang kan menariknya keluar, merawatnya, dan senantiasa menemaninya tumbuh cantik sebagai bunga paling indah bernama cinta.
Haruskah (sekarang) sekali lagi rasa itu kembali berlaku heroik atas nama persahabatan?