Tampilkan postingan dengan label sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sharing. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Oktober 2013

"Bermain" bersama Susan

Am I wrong to claim that life is a bundle of deadlines?
Aku sangat setuju dan sangat suka dengan quote "Everybody dies, but not everybody lives".

Beberapa hari ini, aku selalu melarikan diri dari kehidupan dengan "bermain" bersama Susan. Kenapa Susan? Simpel, karena rumah kami searah.

Setiap pulang setelah seharian berkutat di kampus, kami pasti selalu berikrar untuk langsung pulang ke rumah. Tapi kemudian kami menemukan diri kami sedang asik menyelam dan tenggelam dalam uraian isi kepala kami tentang kehidupan tepat di depan mangkuk mie ayam dekat stadion pahoman. Lagi lagi kami akhirnya gagal untuk pulang sebelum maghrib.

Walaupun entah sebenarnya apa isi dan esensi dari setiap obrolan kami, tapi... "bermain" bersama kini tanpa kami sadari menjadi candu sekaligus kebutuhan bagi kami, terlebih di tanggal-tanggal kritis jadwal datang bulan kami, hahahaha.

Aku sendiri melihat aktivitas "bermain" dengan Susan ini sebagai rehat diantara deadline dan kesibukan. Walaupun tiap pulang kami akan bingung sebenarnya sedari tadi apa saja yang kami obrolkan, tapi kami pasti selalu tertawa (malah bahkan menangis) yang akhirnya bisa membuat kami bilang plong.

Aku sendiri hampir gila karena terus-terusan dirolling deadline, baik dari kuliah, ukm, ataupun dari tempat-tempat lain yang menuntut tanggung jawabku. Belum lagi soal hati dan perasaan yang tidak pernah terima untuk dijadikan prioritas kesekian, sangat cukup untuk menghiasi daftar keluhanku setiap harinya. Tapi kemudian secara realistis aku mulai sadar, apa gunanya juga mengeluh? Dan sebagai ganti dari mengeluh itu, biasanya aku memilih untuk bercerita dan bermain bersama Susan. Ah, betapa mendengar dan didengar itu menyenangkan.

Susan pun aku yakin tidak jauh berbeda.

Sebenarnya, bukannya Susan dan aku tidak memiliki seseorang yang spesial yang akan selalu memberikan waktu, hati dan telinganya untuk kami. Hanya saja, saat kewarasan kami muncul, kami tau dan sadar betapa drama dan konyolnya kelakuan-kelakuan kami. Maka kami secara naluriah tidak ingin melulu menyiksa mereka dengan drama kami. Tapi pada kenyataannya, biasanya setelah puas bermain bersama, mereka pastilah orang pertama yang akan kami ceritakan tentang betapa serunya kami tadi saat "bermain".

:)

Jumat, 27 September 2013

Tergantikan

Rumi pernah bilang, semua yang hilang darimu, akan kembali padamu dalam bentuk yang lain. Kehidupan secara natural juga sebenarnya sudah mengajarkan kita tentang itu semua. Kita mengenal kematian juga kelahiran.

Lalu bila akhirnya datang saat-saat dimana kita sadar siapa-siapa saja yang dulu mengisi lingkaran kehidupan kita tapi kini tidak lagi di tempatnya dulu, secara teori kita tau, sebenarnya yang kita perlukan hanya berbesar hati menerima. Karena kalau kita mau lebih fair dan berani, kita akan mulai menyadari, ada banyak nama-nama baru dalam lingkaran kehidupan kita. Hanya masalahnya, kita tidak ingin dan tidak berani menerima kenyataan itu, menerima kenyataan bahwa beberapa nama-nama orang-orang penting di daftar kita yang lama, telah tergantikan dengan nama-nama baru di daftar yang baru.

Mengapa kita tidak berani menerima? Bukan, bukan karena memikirkan nama-nama tersebut, tapi karena kita manusia selalu sibuk memikirkan diri kita sendiri. Kalau di daftar kehidupan kita beberapa nama orang tergantikan dengan beberapa nama orang baru, tidak menutup kemungkinan, di daftar kehidupan orang lain, nama kita tergantikan dengan nama orang lain. Itu yang sebenarnya tidak bisa kita terima. Simpel kan? betapa kita egois?
Mari bersulang!

Kamis, 16 Mei 2013

ga ngebet tapi mau

1. Ransel
Kenyataannya sekarang setelah ransel gw rusak, gw males bawa (termos) minum lagi dan beberapa buku yang emang seharusnya gw bawa ke kampus karena alasan yang klise banget, berat. Ditambah pake tas cangking errr bikin pegel-pegel kalo dipaksain.

2. Memori eksternal alias HD
Gabung di komunitas film tapi jarang nonton film bikin gw kayak alien tiap mereka ngomongin banyak film yang gw belum tonton. Giliran disuruh ngopy film, jelas dong gw males bawa laptop, kan berat. Dan memori laptop gw juga udah full banget.

3. DSLR
Ini barang paling imajiner banget untuk didapetin. Harus nabung dan rayu mama sampe beribu tahun dulu kali, hem. Lagi dan lagi, gabung sama komunitas yang tentengannya DSLR bikin suka geregetan kalo roaming ga ngerti sama yang mereka omongin. Pengen punya, pengen belajar, pengen ngerti.

4. E-KTP
Seperti biasanya heran sama birokrasi negara ini. Dengan hebatnya sampe sekarang e-ktp gw belum jadi. Bikin susah. Tapi ya mau gimana. Huuuuuft.

5. Sertifikat Toefl
Biar bisa jajal-jajal ikutan beasiswa ke luar. Yang satu ini ga cuma mahal, tapinya harus rajin belajar juga biar ga dongdong. Huft lagi deh.

6. Dress
Karena ternyata gw adalah seorang wanita (juga) wakakakakakak.

7. Seseorang
Dokter yang bisa maen piano atau jajarannya bolehlah huahahahaha

Jumat, 03 Mei 2013

ada

kadang ada cowok-cowok yang ditaksir karena terlalu romantis sama pacarnya.

kadang ada cowok-cowok yang ditaksir karena suka banget sama anak kecil.

kadang ada cowok-cowok yang ditaksir karena obrolannya yang nendang.

kadang ada cowok-cowok yang ditaksir karena pergi sholat sendirian saat yang laen masih nongkrong-nongkrong.

kadang ada cowok-cowok yang ditaksir karena walau dia tau cewek manapun bisa suka sama dia, dia milih untuk ga pacaran.

dan kadang ada cowok yang ditaksir dan cewek yang naksir. kadang juga ada cowok yang naksir dan cewek yang ditaksir. tapi untuk cowok dan cewek yang saling naksir, bukan kadang tapi jarang.

kamu yang mana? aku yang mana? atau kita yang mana?

Kamis, 18 April 2013

a moment to remember

melupakan dengan mudah adalah suatu hadiah.

pengampunan adalah memberi kebencianmu sedikit ruangan dalam hatimu.

seseorang tidak bisa bahagia selamanya.

jangan menyalahkanku. aku hanya mencintaimu. aku hanya memikirkanmu. aku hanya mengingatmu. aku berharap aku dapat menunjukkan hatiku padamu.

kamu adalah hal terbaik yang terjadi padaku. bagaimana aku berterimakasih kepada Tuhan karena mengirimkanmu sebagai hadiah untukku.

memaafkan hanyalah meletakkan perasaan bencimu pada ruang kecil di hatimu.

Kamis, 04 April 2013

abis nonton madre

tadi aku ga ada dosen dan akhirnya mutusin untuk jalan-jalan bareng Dindy. dan karena ga ada eh ga banyak tempat nongkrong disini, kita mutusin untuk nonton aja, kebetulan kita berdua sama-sama ngefans sama Dee Lestari, jadilah madre yang kita tonton.

I really enjoy watching this film. Lucu, romantis, nyenengin, dan mmmm.. cukup untuk bikin kangen hahahaha.

Tan Sen yang tengil, tan sen yang agak gila, tan sen yang manis, bener-bener cukup untuk bikin inget, bikin kangen, dan bikin pengen lagi hahahaha.

dan soundtracknya dooooong saudara saudaraaaa, dengan suara khas afgan yang pasti bikin pendengarnya meluber berceceran, lirik lagu jodoh pasti bertemu cukup untuk menampar, menyadarkan tapi akhirnya melegakan.

"jika aku bukan jalanmu, kuberhenti mengharapkanmu. jika aku memang tercipta untukmu, ku kan memilikimu. jodoh pasti bertemu~"

When you do love someone, yes no matter what, you will always mention his name in your pray to be always good either with you or without you.

"adonan biang yayay ga akan ada gantinya. madre juga ga akan ada gantinya. semua ada jalannya masing-masing." [Mei]

Senin, 28 Januari 2013

nyata atau palsu

sadar kalau besar kemungkinan segala realita saat ini ternyata palsu atau kepalsuan yang sangat mungkin jadi nyata ini benar-benar mengganggu. Tepatnya, aku masih takut untuk percaya ini nyata. Walau tentu saja aku sangat tidak mengharapkan kalau semua ini benar palsu adanya.

Kamis, 15 November 2012

seperti hidup kembali

semua setuju kalau awalnya semua ini ga mudah. tapi seiring berjalannya waktu, semua kembali ke sebagaimana mestinya, indah.

sebelumnya di kampus, gw cuma baru nemuin temen, tapi belum jadi sahabat. lagi-lagi back to tagline-nya salah satu kecap manis Indonesia "karena rasa emang ga bisa bohong". kemaren-kemaren walaupun gw selalu bareng-bareng temen-temen baru gw, gw belum bisa ngerasa klik, nyaman, dan sampe rela ngerasa ga mau pulang alias betah. tapi sama mereka (sahabat baru gw) beda ceritanya. walaupun kita baru bener-bener deket dua tiga hari ini, tapi kita udah ngerasa klik banget.

ibarat lu adalah gembok dan mereka adalah kuncinya. temen-temen lu mungkin memang kunci yang bisa masuk ke kehidupan lu, tapi tetep aja mereka ga berhasil ngebuka apa yang ada didalem diri lu. berbeda dengan sahabat-sahabat lu. mereka masuk ke kehidupan lu, dan 'klik' semuanya kebuka, ga ada lagi rahasia diantara kalian. dan itu yang gw rasain dengan mereka.

kita ga ngerasa perlu hal-hal heboh ala hedonisme untuk buat kita ngerasa seneng. justru hal remeh-temeh yang kebanyakan diolok-olok orang lainlah yang buat kita seneng. bahagia kita sesimpel berkelakuan aneh. Just like tumblr says, true friends are the ones who're brave enough to do crazy things with you and make you be yourself.

ngobrol panjang lebar ga lagi pake titik koma, ujan-ujanan ke perpus di saat semua orang justru berteduh, numpang pipis di toilet dosen, sampe foto-foto di tengah tangga khas abege labil. yeah we really did it! tapi gw seneng, karena dengan mereka, gw ga perlu repot-relot jadi orang lain, ga perlu repot-repot mikirin gimana pendapat orang lain ke kita, karena apa? karena mereka bisa nerima gw apa adanya, karena sebenernya mereka juga sama 'freaky'nya sama gw.

cause I belive that everything will be alright since you do it together (with your true friends), including doing the crazy things.
thanks dindy, thanks echi :)

ps. karena gw dapet sahabat-sahabat baru bukan berarti gw melupakan sahabat-sahabat gw yang udah lebih duluan dari mereka. sahabat bukan tisu yang kalo udah selesai siap dibuang dan diganti dengan yang baru. sahabat ituuuuuu, ya sahabat! :D

Minggu, 04 November 2012

learning from The Climb-Miley Cyrus

saat gw nulis ini, gw baru aja selesai sholat maghrib dengan sepenuh hati setulus saat gw sholat maghrib waktu itu, saat pengumuman SNMPTN. Sama seperti sholat maghrib hari itu, barusan gw juga nangis. Tapi kali ini tangis gw pure bahagia. Gw akhirnya mutusin untuk move on and accepted this, yeah the blessing of God! :')

Sore ini berhubungan dengan my personal project akhirnya gw putusin untuk mencari inspirasi di tumblr. Click here and there, scroll up and scroll down and tadam! gw sampe di tumblr-nya temen gw, Bella (outofblog). I flew into her postings till I saw that posting. That posting is about the video of Miley Cyrus that sing a song titled The climb. In that posting, there's also a little story about our dreams, UI.

Sesuatu yang selalu mengusik itu akhirnya muncul lagi. Pernah kan ngerasain perasaan pengen banget terus-terusan denger lagu yang barusan kita denger karena liriknya so damn! lu banget! So then, I downloaded it guys! Till I write this post, I'm still listening to that song.

I keep listening the song and reading the lyric, and then just like God agreed with what's on my mind, azan maghrib's heard.

there's always gonna be another mountain. saat denger bagian ini gw bener-bener ngerasa kayak "yaudah, jadi apalagi yang lu mau? kenapa masih ragu mau kemana padahal Allah udah nunjukin jalan disini untuk lu jalanin dengan oke". bersamaan dengan itu segala hal tumpang tindih di kepala gw. tentang banyak orang disini yang bahagia karena gw disini. tentang betapa bodohnya untuk kadang-kadang masih pengen nyalahin keadaan yang ga mungkin disalahin. tentang betapa luarbiasa dan bahagianya apa yang udah gw laluin disini, yang ga bisa gw jelasin disini. tentang betapa Alhamdulillahnya gw sekarang, I mean hey who I am so then God treat me as special as this?
Sumpah ngerasa random banget nulis ini, ga tau lagi gimana mau nyampein ke orang-orang betapa bersyukurnya gw ngelewatin ini semua. gw sangat bersyukur karena walaulun akhirnya ga jadi mahasiswi UI tapi seenggaknya gw masih sempet untuk do my best in my trying to get it. Just like a film said, may be God had a better plan than my plan I had for myself :')

Rabu, 17 Oktober 2012

love al12

Biarkan aku bercerita. Pagi tadi aku seharusnya kuliah pengantar humas, tapi yeah (tolong jangan beritau orang tuaku) aku terlambat masuk kelas sehingga tidak diperkenankan masuk. Saat itu seketika aku tertawa kecil, aku teringat al12, begitu aku biasa menyebut mereka, sahabat-sahabatku, saudara-saudaraku. Sesuai dengan quote yang pernah kubaca "Best friends are the families from different parents".
Kalau tadi pagi mereka ada disini, aku yakin mereka akan ikut menertawaiku seakan berkata "ckck ti ti, makanya jangan telat mulu". Dan kemudian ada hening yang menyergapku, mereka tidak disini.

Sebenarnya kalau tadi pagi aku mau nebeng dengan Susan (salah satu dari al12) mungkin aku tidak akan terlambat dan justru menghabiskan sepagianku di kantin padahal seharusnya untuk kuliah. Alasan mengapa tadi pagi aku enggan bareng Susan adalah karena aku sedang ingin naik BRT, menikmati suasana mendung pagi tadi dari kaca jendela BRT. Tapi ternyata being on time is my hardest thing to do. Aku telah berencana untuk menambah ritual menikmati mendung pagi ini dengan musik asal playlistku. Tapi sayang seribu sayang, aku lama menghabiskan waktu mencari headset karena aku lupa kalau ternyata headsetku masih di temanku. Alhasil aku berangkat dari rumah pukul 7. Aku memilih untuk tidak gelisah memikirkan kemungkinan aku telat. Perjalanan ke kampusku tetap sesuai rencana hanya terdapat sedikit perubahan yaitu musiknya diganti dengan musik seadanya dari speaker BRT haha. Aku meyakinkan sebagian hatiku yang tetap gelisah "udah tenang aja, ibunya kan jarang masuk, dia juga biasanya telat, doain aja, kalaupun lu telat, ibunya lebih telat dari lu". Aku nyengir mengiyakan bujukan diriku sendiri.

Sesuai dengan kontrak kuliah mata kuliah pengantar humas ini, toleransi telat untuk mahasiswa sampai pukul 7.45, sedangkan untuk dosennya sampai pukul 8.00. Tapi pagi ini semesta tidak mendukungku untuk kuliah. Aku sampai di depan pintu kelas tepat pukul 8.00, kuliah sudah dimulai, aku dan banyak teman-temanku yang lain terlamabat. Aku memutuskan untuk menerimanya sebagai anugrah. Aku dan temanku pun akhirnya bermuara ke kantin dekat perpustakaan, mensyukuri nasib dengan menertawakannya diatas semangkuk mie ayam dan teh botol.

Selanjutnya, setelah makan bersama teman-teman yang lain (yang sudah selesai kuliah karena mereka tidak telat) aku mengungsi ke kostan temanku untuk menunggu jadwal BBQ yang masih jam 1 siang. Adalah Tia, si pemilik kostan dengan novel supernova seriea, 99 cahaya di langit Eropa, dan beberapa teenlit sebagai hiasannya. Terlalu banyak yang ingin aku pinjam dari koleksinya, tapi akhirnya pilihanku jatuh pada 99 cahaya di langit Eropa.

Duduk di kursi pojok belakang sebelah kiri BRT jurusan Rajabasa-Sukaraja, aku menikmati perjalanan pulangku dengan melanjutkan membaca novel yang tadi kupinjam.

(Hallo lagi, tadi tulisan ini sempat terhenti karena aku baru saja selesai merendam kaus kaki. Sebenarnya maksudku aku akan merendamnya nanti saja, tapi ibu suri telah melantunkan nyanyiannya, maka sebelum menjadi sahabat yang baik aku hatus terlebih dahulu menjadi anak yang baik.

Oke sekarang kita lanjutkan ceritanya.)

Dalam novel itu diceritakan bahwa dulu setiap kali tokoh utama mendapat tugas liputan, ia selalu meminta sopir untuk mengantarnya sholat di Masjid Sunda Kelapa, masjid favoritnya mencurahkan isi hati. Membaca bagian itu, aku benar-benar merasa mengerti dengan apa yang dirasakan penulis. Aku juga punya masjid favorit, Masjid Al-Muslimin namanya. Masjid dengan tampilan bersih, nyaman dan berkelas ini terletak di daerah Pahoman, BandarLampung, tepat disebelah stadion Pahoman.

Dulu setiap Jum'at ataupun Sabtu sore kami selalu menunaikan sholat Ashar disini. Bersyukur ataupun mengadu bersama-sama dan beramai-ramai kepada Dia Yang Maha Mengetahui tentang ujian yang memang sengaja dirancang untuk menguatkan kami. Tapi kami bersyukur, karena ujian-ujian itulah kami dipersaudarakan erat dan didewasakan atas kebahagiaan. Sampai saat ini pun, kapanpun bisa sholat bersama, pilihan kami selalu jatuh kepada masjid Al-Muslimin. Selain letaknya yang memang strategis, memory yang tumbuh disana semakin memperhangat nuansa spiritual kami untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.

Dan sekarang, di tempat dan di posisi kita masing-masing, yang walaupun terpisah jarak geografis, kita tetap terhubung dengan do'a dari masing-masing kita. Mendo'akan sahabatnya, saudaranya, selalu sehat, selalu dalam kebaikan, dan selalu semangat karena sadar disini ada kita. Disini kita ada untuk selalu dengan sepenuh hati mendendangkan rekan setiaku rekan seangkatan, yang relakan diri sakit demi bela teman.

my bel, dian, diane, jeje kun, aong, anggikun, bang hajri, ririn, monic, icha, susan, love youuuu
Tati sayang al12 karena Allah :')

Selasa, 02 Oktober 2012

jangan berisik

pagi ini di kelas PKN, aku merasa terganggu dengan dua orang temanku yang duduknya tepat di belakangku karena mereka mengobrol dengan suara yang lebih seru dari suara dosenku. ternyata bukan hanya aku saja yang merasa terganggu, tiga temanku yang lain yang duduk sebarisan denganku, tepat di depan barisan mereka juga merasa terganggu dan bahkan walaupum seorang temanku sudah menegur mereka dengan gaya jenaka untuk jangan berisik, mereka tetap asik mengobrol.

aku sendiri walaupun sebenarnya ingin sekali menghadap ke arah mereka dan menyuruh mereka diam, lebih memilih untuk diam mengabaikan mereka dan fokus dengan apa yang dosen jelaskan. aku enggan menegur mereka karena mungkin aku pun pernah tanpa sadar menjadi seperti mereka. karena terkadang tanpa sadar kita menjadi seseorang yang kita benci. hanya karena kita senang dan merasa tidak mengganggu orang lain, kita lupa bahwa tidak semua orang yang merasa terganggu mau bilang kalau mereka terganggu. tapi sebagai manusia khususnya sebagai seseorang yang pernah belajar apa arti makhluk sosial, seharusnya kita terbiasa untuk mengontrol diri kita.

Senin, 24 September 2012

Sorry

Recently my life rotate too fast, enough to makes me tired.

And this afternoon I got the time to have a chat with my friends. I told them what happened and what I feel. One of them made me realizing that may be, yesterdays I did wrong.

Till now I'm still feeling so sad. I wanna cry but I can't.

Sorry if because of what he did to me, I did you wrong.
Sorry if yesterdays I lost my control till dragging you here, even I shouldn't do this.
Sorry that yesterdays I forgot that not everybody knows and understands me, then be able to catch my only good intention.
Sorry if now I become someone bad.

So please stop keeping doing this to me, keeping treating me well cause I'm not worth for it.

If you keep doing it, it means you just hurt me by your goodness. Cause I can't return it to you, cause my heart doesn't choose you, cause somebody took it.
So please stop!

Minggu, 23 September 2012

even nothing is something

Tonight I don't know why I feel really really missing to write here in english. Feeling the sensation when every word comes from my mind but sometimes need to wait a little longer before finally being here cause I get a difficulty to choose the best diction.

And I remember with a quote from Perahu Kertas film "pelukis yang baik bahkan bisa melukis kekosongan sekalipun". It means so deep but yeah it's so true.

Actually an author is similiar to an artist. Just like, we wanna go the same place but by different way and transportation. Then it a little disturbs me, tonight I really really want to write but... I've no idea! Should I give up by writing nothing? Oh no, I dont think so.

I know just like a painter that can even draw an emptyness, I also can write and tell others about the silence that I'm feeling. Silence is when we dont hear anything but it doesn't mean there's no story in it. You can tell the story of the silence by writing, absolutely you also still dont make a noise that can break the silence.

Oftenly, It's not about cause we have nothing but about cause we think we have nothing. Always remember that even nothing is something!

Selasa, 18 September 2012

mengerti karena mengalami

biasanya kita akhirnya bisa percaya dan mengerti sesuatu setelah kita melewati atau mengalami sesuatu. dulu saat kita masih polos, lagu-lagu cinta ga pernah sampe memenjarakan kita bedua aja dengan pikiran kita. mungkin ada sebagian dari kita yang dulu dengan naif ga percaya sensasi jatuh cinta sampai patah hati sampai akhirnya kita ngalamin itu sendiri dan merasa malu karena menjadi mereka yang dulu sering kita tertawai karena kita anggap lebay atau semacamnya, cuma karena saat itu kita ga ngerti dan belum ngalamin. That's why apapun bentuk dan kondisi orang yang kita temuin, kita ga seharusnya memandang remeh dan menertawakan mereka. karena mungkin besok kita yang mengalami itu.

contoh lain, dulu sehebat apapun saya ngebayangin bagaimana rasanya menjadi mahasiswa, imajinasi saya tetap ga pernah sesempurna realita saat ini. rasa kangen sebagai anak SMA, rasa kangen dikenali dan diperlakukan secara special atas seragam yang kita pakai dan rasa kangen atas persahabatan tanpa syarat serta hal remeh-temeh lain yang dulu kita ga pernah sangka akan kita kangenin. semua kangen itu terlalu jauh untuk dicapai dengan cuma imajinasi anak SMA, kita perlu menjadi dan mengalaminya sendiri untuk mengerti.

Intinya tiap momen di hidup kita jadi berharga karena kita alami dan lewati :')

Rabu, 18 Juli 2012

Pasal2smanda


Tadi gw nonton dream high di indosiar, drama korea yang walaupun hebohnya udah sampe ga heboh lagi tapi gw belum juga selesai nonton sampe ending. Ceritanya yang tentang persahabatan, mimpi dan segala macem hal di SMA bikin gw kangen sama pasal2smanda. Walau gw ga gaib (sebutan untuk aktivitas menggilai Korea), tapi gw kangen ngeliatin tingkah temen-temen gw saat mereka lagi ngegaib. Tapi bukan gaibnya yang pengen gw ceritain disini, melainkan tentang merekanya.

Sama kayak bumi, kelas gw terbentuk setelah melalui proses yang panjang dan cukup “hot”. Buat gw ga penting gimana awalnya kelas gw terbentuk, yang penting adalah moment-moment yang gw laluin bareng mereka. Mereka jadi bagian hidup gw dan gw juga jadi bagian dari hidup mereka itu menurut gw emang bukan suatu kebetulan. Kayak kata tumblr everything happens for a reason and now I know the reason, just to make me giving thanks to God to have you all in my life!

Amy       : mungkin Mr. T ga cukup berani untuk memperpacar temen gw satu ini haha, ya karena she’s just totally cool. Amy yang birthdaynya sama kayak gw ini adalah kebanggaan orang tuanya, gurunya, kepseknya, dan temen-temennya. Kalo lo ikut lomba dan amy jadi rival lo, siap-siap deh beli tisu :D

Mando : gw bingung deskripsiin orang satu ini, bisa-bisanya dia ini percaya aja sama apa yang gw omongin. Tiap dia galau dan cerita ke gw ya gw mah bantu aja kalo emang bisa. Mando ini setipelah sama Amy, rajin maju ke depan setelah upacara. Dia yang ga mau kalah sama yang laen dan kurang sabaran suka bikin orang laen ga ragu untuk ngajak berantem, but actually he’s a good boy.

Shaumi : kalo yang ini hobi banget tidur dan mencari kedamaian. Tiap dia galau intensitas deket-deket gwnya meningkat, kata dia gw menebar aura damai hahahaha. Tapi shaumi ini yang biasanya mengambil keuntungan biar ga dibully Ipan dengan ngebiarinin aja gw dibully.

Ama       : ama adalah orang yang gw ga perlu repot-repot ngomong karena dia udah ngerti. Bisa dibilang kita miriplah dalam hal bersendu dan bersensitif ria. Ya cuma kadang gw roaming banget tiap buka twitter ada ama dengan huruf kotak-kotaknya.

Bella      : nah umi satu ini paling enak dipeluk. Walaupun jadi uminya anak-anak, sebenernya umi ini yang paling imut, ga heran kalo om Edy cinta bener *ups. O iya karena rumah kita sama-sama diteluk, aku rajin nebeng sama umi dan om Edy.

Dedepe  : kalo Shaumi aman saat gw dibully, maka gw aman saat Dedepe dibully hihi. Tiap gw duet bareng dedepe, anak-anak kelas pasti langsung pada micingin mata.

Ipan       : ini ketua kelas dan ketua bullyer di kelas. Walaupun suka ngebully tapi Ipan ini ketua kelas yang baik yang selalu mengayomi kelasnya, cuma kadang bossy-nya yang suka ga nahan. Awal muawal gw jatuh cinta sama gundam 00 itu juga karena Ipan ini.

Mumus  : yang satu ini adalah cenayangnya kelas gw. Melihat yang ga orang lain lihat adalah hobbynya :D

Diane    : diane ini anak baik-baik yang kemudian jadi hobby dispen dan pulang sejak kenal gw. Karena pasis kita jadi deket banget, yaiyalah!

Jeje        : jeje ini kayak mama gw. Udah emang deket karena pasis juga trus Jeje ini sering nyuapin gw tiap kita makan bekal.

Mirna    : chairmate gw ini pernah bikin heboh kelas. Sama kayak kita dia juga remaja labil yang pernah bikin kesalahan. Walau begitu dia baik lho sama gw.

Fadlin    : lo ga akan ngerasa damai dan hening di kelas kalo ada orang ini. Hobi Fadlin ini ngedoktrin adek kelas biar masuk IPS.

Yudho   : anak pindahan bekasi yang pertama kali mempopulerkan lagu dimananya ayu ting-ting dikelas. Anak ini paling jago mencuri perhatian semua guru dengan rajin membolos haha.

Au          : au adalah partner terbaik gw untuk berkonyol-konyol ria. Kita suka berkelakuan aneh, satu spesieslah.

Perwira   : orang ini adalah orang yang sangat jujur, bahkan kadang terlalu jujur.

Ayu        : gw dulu suka diculik dengerin cerita dia dari zaman iunglitikum sampe zaman hapelitikum :p
Nanda   : engahnya hanif ini kalo ngomong dan bertindak itu lugas banget, tapi dibalik kelugasannya dia sangat dewasa, I think J

Anyi       : ini ibu tiri aku, sama dengan asalnya (Bali) anyi ini penuh pesona ihiy!

Nuke     : cewek baik hati ini adalah bukti nyata apa itu yang namanya cantik, ga heran kalo kita biasa manggil dia princess, habisnya mau diapain aja muka dia tetep cantik.

Feby      : feby ini baik cuma kadang apa yang dia maksud belum bisa dia sampein kayak apa yang dia maksud.

Grin       : ah gurin mah segalanya. Kadang dia lebih tau gw naro sesuatu dimana dibanding gw sendiri yang naro. Kita juga sama-sama sangat cinta anak kecil.

Paul       : We love Paul but we don’t love his father ^^v

Kalo kata abang gw mah, cinta datang karena terbiasa dan yeah itu bener banget. Manusiawi kalo kita pernah kesel dan berantem, yang ga manusiawi itu kalo kita tetep kesel dan berantem sampe ga bisa saling maafin. Apa yang dulu pernah kita ributin, sekarang udah ga penting lagi. Nilai, UN, dan segala salah paham di hari kemaren itu sekarang udah jadi kenangan semata. Yang terpenting sekarang adalah our belonging.

Gw setuju banget sama doa Ipan waktu H-1 UN kita yang intinya kira-kira Ya Allah berkahi semua orang yang membuat kami disini bersama.

Sorry, thanks, and love you all!

Senin, 16 Juli 2012

Yon sensei




Yon sensei, begitu aku dan teman-temanku biasa menyapanya. Beliau adalah guru bahasa Jepangku selama kelas 11 dan 12 lalu. Sehubungan dengan tulisan ini, sebelumnya aku telah terlebih dahulu bertanya pada teman-teman sesama murid Yon sensei tentang pendapat mereka terhadap Yon sensei. Dan akhirnya semua setuju bahwa Yon sensei pantas dikategorikan sebagai best teacher we’ve ever met. Berikut beberapa alasannya!

Pertama, Yon sensei adalah seorang idealistic ditengah kehidupan yang begitu realistic. Picingan mata dan pandangan sebelah mata dari orang-orang sekitarnya yang menganggap idealisme dimasa kini tak lebih penting dari kesadaraan akan realita kehidupan tak membuatnya goyah untuk sepenuh hati mendidik kami, bukan hanya sekedar mengajar kami. Dari beliaulah kami banyak belajar bahwa tak ada yang tak mungkin dalam hidup, bahwa semua hal dapat terjadi. Seperti saat kami dianugrahi seorang sensei seperti beliau yang hampir tak mungkin ditemui dilingkungan sekolah kami yang sarat duniawi. Dari beliau jugalah kami belajar bahwa saat kita menjalani hidup dengan baik dan benar, kita tidak perlu repot-repot memikirkan bagaimana keburukan akan menjatuhkan kita. Jalani saja! Hiduplah dengan apa yang kita percayai dan beranilah bertanggung jawab dengan segala keputusan kita!

Kedua, dedikasi dan karakter Yon senseilah yang menjadikannya sebagai seseorang yang memang pantas dihormati. Meskipun hanya seorang guru honor dari pelajaran Bahasa Jepang yang notabene juga bukan pelajaran utama bagi kami, tak membuat Yon sensei setengah-setengah dalam mendidik kami. Bahkan dibanding guru lain yang sebenarnya lebih senior dari beliau pun, Yon sensei tidak pernah bolos dan telat dari jadwal mengajarnya.

Dalam mengajar Yon sensei  tidak peduli apakah kita bisa menulis atau membaca kana (huruf Jepang), yang terpenting adalah selama kita berada di kelas untuk menghargai dan ma uterus belajar. Saat memberi tugas beliau mengharuskan muridnya untuk berusaha terlebih dahulu bukan sekedar formalitas untuk nilai rapot. Tidak hanya itu saja, setiap tambahan tugas dari sensei artinya bertambah juga ilmunya. Saat semangat belajar kami sedang menurun, sensei tidak akan mengabulkan permintaan kami untuk hanya leha-leha dan bermalasan ria menyianyiakan waktu. Beliau akan mulai bercerita dan memotivasi kami, bahkan dari sekedar obrolan saja selalu terselip ilmu didalamnya.

And the last but not least, Yon sensei is a very humble person.  Disaat yang lain heboh dengan mobil-mobilnya yang berkilauan, Yon sensei dengan bangga naik kendaraan umum bersama murid-muridnya. Sama dengan dedikasinya, kedekatannya dengan murid-murid pun terjalin secara total bukan formalitas semata.

Pesan dari sensei yang paling saya ingat adalah ganbatte kudasai! Bukan sekedar semangat, melainkan lakukan dengan sungguh-sungguh!
Arigatou sensei! J

Rabu, 04 Juli 2012

Penulis


Saya ingat waktu itu, ketika saya sedang bermain twitter dan mendapati sebuah tweet dari (at)sindoradiofm. Tweet itu menginfokan bahwa mereka sedang bersama Andrea Hirata dan siapapun boleh memberikan pertanyaan, sudah tentu dengan hadiah menarik untuk pertanyaan terbaik. Siapa yang tidak tau mengenai Andrea Hirata? Saya pikir, setiap orang mengenal namanya apalagi orang-orang seperti saya yang berkeinginan menjadi seorang penulis juga, sudah pasti tidak menolak bila bisa menjadi penulis seprti Andrea Hirata. Maka sayapun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. I mean, it was a very big chance to know special thing from a special author.

Saya sangat senang saat akun twitter saya di-mention oleh (at)sindoradiofm karena mendapatkan hadiah atas pertanyaan saya. Keesokan harinya saya ditelpon oleh crew (at)sindoradiofm untuk menanyakan alamat saya berkenaan dengan akan dikirimnya hadiah. Si mb yang menelpon saya agak kaget saat tau saya tinggal di Lampung. Tebakan saya mungkin karena mereka tidak menyiapkan akomodasi pengiriman hadiah diluar pulau Jawa. Saya tertawa saja mendengar ekspresi kagetnya yang tersirat dalam suaranya. Akhirnya saya bilang, mereka tidak perlu mengirimkan hadiah itu karena mengetahui bahwa pertanyaan saya dianggap baik oleh seorang Andrea Hirata pun saya sudah senang. Tapi sebagai gantinya, saya meminta pada mb itu untuk mengirimkan rekaman jawaban dari mas Andrea Hirata atas jawaban saya, karena walaupun mereka bilang pertanyaan saya bagus tetap saja saya belum mendengar jawaban dari mas Andrea, apa gunanya coba?
Saat membuka e-mail saya dan mendapati rekamannya, saya langsung memplaynya. Dan wow!
Bagian awalnya selalu membuat saya senyum-senyum saat mendengarkannya. Berterimakasih atas pujian mas Andrea atas pertanyaan saya dan panggilan mb dan beliau untuk saya which at that time was still 17.  It was really a bright idea to listen to his answer!

Jawabannya membuat siapapun yang berniat menjadi seorang penulis harus kembali mengintropeksi dirinya. Menemukan kembali apa alasan ia menulis.
Kemudian setelah itu, yang kembali mengganjal di kepala saya adalah bukan tentang bagaimana seorang penulis yang sukses tapi lebih kepada apa sebenarnya definisi penulis itu?
Kalau setiap orang yang pernah menulis itu disebut penulis, sudah tentu hampir seluruh manusia pernah menulis, baik tulisan yang benar-benar sebuah tulisan ataupun hanya sekedar tugas karangan bahasa Indonesia. Lalu apakah seorang penulis itu mereka yang telah menerbitkan buku? Saat ini begitu banyak layanan self-publishing yang mempersilakan siapa saja untuk menerbitkan tulisannya baik tulisan itu layak atau tak layak disebut sebuah tulisan, tanpa sentuhan editor sedikitpun. Ditambah lagi, hobi baru saya untuk blog-walking mengantarkan saya pada blog-blog dengan tulisan-tulisannya yang tidak kalah menggugah dengan buku-buku dietalase toko buku. Untuk akhirnya menulis buku atau tidak itu hanya tinggal minat dan keputusan si blogger.

Saat saya kecil, sebenarnya saya sangat anti dengan yang namanya membaca. Segala hurufnya yang berderet membuat saya pusing melihatnya, kemudian kakak saya menyarankan komik tapi ternyata itu lebih parah. Urutan ballon pada komik yang sekenanya justru membuat saya sering salah membaca urutannya dan sudah barang tentu saya tak nyambung dengan ceritanya. Walaupun saya selalu ogah disuruh membaca, namun kakak-kakak saya-yang sudah hobi membaca lebih dulu-terus saja menyuguhkan buku-buku kepada saya. Kalaupun jalan-jalan saya selalu diajak ke toko buku. Mereka selalu menggambarkan kalau orang-orang yang suka menenteng buku dan rajin nongkrong di gramedia itu, keren. Saya kecil yang dengan mudahnya dipengaruhi akhirnya percaya saja. Pelan-pelan saya mulai sok-sokan suka membaca. Saat SMP saya mulai benar-benar suka membaca. Baru setelah membaca 5cm Dhonny Dirgantoro-lah saya memutuskan ingin menjadi seorang penulis.
Saya mau dan semoga mampu menjadi seperti Dhonny Dhirgantoro, Andrea Hirata, Ahmad Fuadi, Dee Lestari, Pramoedya Ananta Toer, Kristy Nelwan dan banyak nama-nama lain yang berhasil menggugah dan manyadarkan pembacanya melalui kata-kata yang mereka rangkai.
Karena kau menulis. Suaramu tak kan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh dikemudian hari.
- Pramoedya Ananta Toer

Jumat, 29 Juni 2012

saat diminta mendengarkan, dengarkan saja

"jangan memotong atau mencela saat ada yang sedang bicara" nasehat ini sering kita dengar dimana-mana, terlebih saat kita masih kecil dulu. Tapi sekarang banyak dari kita atau bahkan orang yang dulu menasehati kita lupa akan arti dan keberadaan nasehat tersebut.

sebenarnya sederhana saja mengapa kita sebaiknya tidak memotong pembicaraan orang lain, karena berbicara (terlebih untuk hal yang serius) bukanlah perkara yang mudah, ditambah lagi bila seseorang itu bukan seseorang yang sering bercerita atau pendiam.

beberapa orang (pendiam) biasanya akan terlebih dulu meminta lawan bicaranya untuk mendengarkannya saat ia berbicara, tapi akhirnya ia pun harus kecewa karena belum selesai ia mengambil nafas jeda dalam kalimatnya, seseorang telah memotongnya. Ia biasanya hanya akan diam dan tidak meneruskan kalimatnya. Ini seperti "buat apa bicara dengan orang yang tidak mau mendengarkanmu?".

Seringnya kita bicara ataupun bercerita bukan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, apalagi saat kita tau apa yang kita inginkan itu sulit kita dapatkan. Tapi kita tetap bercerita, hanya karena kita masih ingin dihargai. Bahkan dalam kedaan terburuk sekalipun, mengetahui ada orang-orang yang masih bisa menghargai  kita adalah sesuatu yang istimewa. 

Selasa, 15 Mei 2012

titik balik?


Seperti mereka yang telah bosan mendengar cerita, sesekali pendongeng pun bosan bercerita. Semua titik balik itu dimana gaya sama dengan nol, menjadikannya diam. Saat tak ada lagi daya untuk berupaya, saat tak ada lagi asa untuk merasa, diamlah yang kita dapati.

Banyak orang membicarakan mesin waktu. Mungkinkah itu terjadi?

Aku sempat berpikir, barang kali kalaupun ada mesin waktu itu, manusialah jawabannya. Manusia mampu kembali terhanyut dalam kenangan masa lalu, manusia juga mampu sesekali mencicipi apa yang mungkin terjadi di masa depan hanya dengan menghayal kapanpun dan dimanapun ia mau. Hati manusia mungkin adalah remote controlnya. Melalui intuisi, sugesti dan segala perasaan, hati manusialah yang pada akhirnya membukakan pintu-pintu masa lalu maupun jendela-jendela imaji masa depan.

Sebenarnya jawaban-jawaban segala pertanyaan kita selalu ada di sekeliling kita. Hanya kita saja yang terkadang terlalu sibuk hingga akhirnya lupa dengan apa yang sebenarnya sedang kita cari. Iya, memang begitulah manusia. Kita sering keasyikan dengan semua obsesi kita sampai akhirnya mengabaikan apa-apa yang kita butuhkan.

Maka saat lelah mencari, berhentilah sejenak. Berdiamlah sebentar. Agar apa-apa yang sedari tadi hanya mampu bergetar lemah mampu menunjukkan dirinya. Agar kita manusia mampu mengerti keberadaannya. Terkadang tempat mereka tak selalu diatas, bahkan di dasar. Membuat kita perlu menunduk dalam untuk bisa menjamahnya. Menyadarkan kita untuk bisa melepas kesibukan dan sujud kepadaNya. Karena sesungguhnya, jalan pulanglah jalan terbaik bagi para musafir, bagi kita.

Sabtu, 12 Mei 2012

a lot of whys make you wise


Dari kemaren, pikiran gw sibuk menyuarakan segala hal yang gw juga ga tau darimana dan mau kemana.
Berawal dari kejadian kemaren siang :
I dislike the ones who are money oriented. I believe that this life is not only about the money. I don’t care if I get much or little money when I can do and share something for others. May be they think I’m not realistic, but I think I’m. I’m realistic cause I realize that happiness is not only about how much money you have, it’s about how many things you can do and share truly from your heart even without the feedback. Don’t the ones who are money oriented understand that money is only a little part of life, not that life itself!

Selanjutnya gw menyongsong hari dengan badmood. Saat gw badmood gw lebih milih diem. Ya, gw termasuk golongan orang yang kalo udah marah bakal diem seribu bahasa, bukan golongan yang bakal berisik berteriak-teriak kesana kemari membuat seluruh dunia tau kalo dia lagi marah. Dan di diemnya gw kemaren, gw nemuin alasan kenapa gw kalo marah diem. Ternyata saat gw badmood, tiap omongan yang keluar dari mulut gw bakal berintonasi tinggi alias marah. Gw ga suka banget saat ada orang yang ngomong ke gw dengan intonasi meninggi. Jadi mungkin itu alasan kenapa saat marah gw lebih milih diem, gw ga mau orang laen ngerasain hal yang sama seperti saat gw ngerasain betapa menyebalkannya ada orang yang ngomong dengan intonasi tinggi. Jadi saat kalian ketemu gw lagi badmood, tolong jangan diajak ngomong.

Ternyata sampe bangun tidur pun badmood gw belum sembuh. Terbukti dengan gw yang bangun tidur disambut dengan sakit kepala atas serentetan pertanyaan yang ga diundang. Sampe maghrib tadi, mereka belum juga pegi. Akhirnya gw sholat maghrib. Setelah sholat dan do’a, gw ga langsung udahan. Gw duduk dulu lamaaaaa banget ngobrol sama Yang Maha Kuasa. Lebih tepatnya sih gw yang banyak ngoceh dan Dia ngedengerin aja.

Ya Allah, kenapa ya manusia seneng banget memupuk kebencian dengan saling nyakitin? Kenapa ya banyak orang yang makin berumur tapi making a dewasa? Kenapa ya ada orang yang hobinya ngoreksi dan ngoleksi kesalahan orang laen tapi ketika kesalahannya disentuh dia marah? Kenapa ya ada orang yang bahkan ketika ada orang lain udah mohon-mohon ke dia untuk diem tapi dia ga juga mau diem? Dan parahnya, kenapa ya Ya Allah ada orang yang ngejadiin duka orang laen sebagai bahan bakar kebahagiaan hidupnya?

Fiuh!

Ya Allah, aku sering buka-buka dan baca-bacain blog-blog orang. Hampir di setiap blog, pasti ada postingan yang isinya tentang segala ‘kenapa’ penulis tentang hidupnya. Biasanya judulnya aja yang beda tapi intinya sama, tentang WHY.
Tiba-tiba saat mikirin ini semua gw nemu ini :
Why makin lama jadi makin banyak, jadi bisa ditulis Whys. Bunyi whys sama kayak bunyi wise. Dan kemudian muncul deh kalimat ini “a lot of whys make you wise”
SUBHANALLAH!